A Weekend Getaway to Kuala Lumpur – Part 1

Intro:

Cerita ini berawal di bulan Maret 2018 ketika gw menerima ajakan Kristin untuk jalan bareng ke KL. To be honest waktu itu gw ga ada rencana liburan karena ga ada persiapan budget sama sekali. Cuma di saat-saat itu gw sebenarnya memang lagi butuh sekali keluar dari rutinitas. Tanpa berpikir panjang gw meng-iya-kan ajakannya apalagi waktu itu rencana jalan masih bulan September. Pas 6 bulan di pakai untuk menyicil biaya tiket dan hotel yang sudah dipesankan. Oh ya, diperjalanan ini gw merasa jadi horang kaya lho! Gimana engga? ke KL cuma 2 hari alias weekend saja yaitu tanggal 15 dan 16 September. XD Ya berasa saja dulu, anggap jadi doa di kemudian hari kan.

Oh ya, tanpa diketahui teman-teman gw (mungkin, gw lupa apakah gw menceritakannya atau tidak), gw hampir saja membatalkan perjalanan ini. Kenapa? Karena gw ga punya dana tersisa setelah di bulan Mei akhir itu ada pengeluaran darurat besar dan tentu saja masih berlanjut karena gw masih punya PR lainnya yang harus diselesaikan. Tapi Tuhan itu memang selalu baik, ketika gw sudah berserah untuk merelakan perjalanan ini, eh tau-tau bonus tahunan kantor gw keluar persis di hari jumat sore sebelum harinya.

Preparation:

Waktu itu kami mengambil paket pesawat dan hotel di salah satu e-commerce traveling. Kebenaran ada promo potongan sampai Rp. 600,000.- Lumayan! Secara total waktu itu gw menghabiskan biaya -/+ Rp. 1,500,000.-

Pesawat yang kami gunakan adalah Air Asia, sedangkan hotel yang kami booked adalah di Farenheit Suites, sebuah hotel yang berlokasi di Bukit Bintang. Oh.. Sungguh turis sekali memang. Dan gw bersyukur mereka memesan tempat ini. Lokasinya sangat strategis, ke mana-mana dekat. Kalau kelak balik lagi ke Kuala Lumpur gw mau menginap disini lagi. Karena kami (rencananya) pergi ber 6, maka yang dipesan adalah ruangan dengan 3 kamar.

IMG20180915100804

Sekalian gw taruh disini foto kamarnya ya.

WhatsApp Image 2019-04-01 at 13.15.10

Sejujurnya di trip kali ini gw ga bantuin nyusun itinerary sama sekali. Alasan gw sederhana sih. Selain karena waktu itu gw memang lagi hectic parah di kantor dan kehidupan pribadi, tapi juga karena gw jalan bareng mereka yang jam terbang dalam traveling tergolong tinggi. So, yeah. Gw cuma berpesan kalau gw ingin mengunjugi daerah mainstream pastinya.

Dan 6 bulan pun berlalu dengan cepatnya…

H-1 gw ikutan menginap dirumah Dyah. Hitung-hitung menghemat pengeluaran ke Bandara karena di bagi 3.

Day 1: September 15th, 2018

Sekitar jam 1.30 pagi kami sudah bangun dan siap-siap. Rasanya baru sebentar tidurnya, tapi rasa excited tentu saja mengalahkan rasa kantuk. Tanpa halangan berarti, dengan mengendarai kuda supaya baik jalannyaangkutan online, kami pun tiba tepat waktu di Terminal 3 Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang. Kenorakan babak pertama terjadi, gw tercengang dengan besarnya Terminal keberangkatan luar negeri ini. Tentu kamera hp langsung disiagakan untuk merekam momen yang ada.

WhatsApp Image 2019-04-02 at 15.27.57

 

Dan sebagai orang yang baru pertama kali merasakan pergi ke luar negeri, gw dengan setia menempel ke teman-teman gw. Memperhatikan sambil sesekali bertanya apa yang harus gw lakukan. Ternyata oh ternyata, begitu memasuki terminal – seperti keberangkatan domestik – kami harus melakukan check in di counter Air Asia. Disini paspor harus sudah stand by di tangan. Jangan lupa lepaskan dari sampulnya (kalau kalian pakai). Tujuannya supaya memudahkan petugas yang akan mengecek tentu saja. Berhubung kami tidak memilih kursi, jadilah kami duduk secara random. Errr. Yang paling random gw sih karena terlempar jauh sendirian sampai mentok di belakang. Haha. Manalah penerbangannya horor karena turbulensi yang lumayan parah. Yang ada cuma bisa doa terus dalam hati.

IMG20180915045210

Kemudian dilanjutkan dengan mengantri di imigrasi untuk dicap paspornya. Btw, gpp ya gw menuliskan ini secara lengkap. Maklum, perdana, rasanya semua memory masih terekam dengan lengkap di kepala gw. Dan siapa tau juga bisa bermanfaat buat kamu yang juga memang akan melakukan perjalanan perdana ke LN. Yang gw ga ingat apakah penerbangan kami telat atau tidak. Rasanya sih on time ya.

Welcome to Kuala Lumpur

IMG20180915082956

Kesan pertama yang gw rasa waktu itu adalah… Hmm.. Kok baunya gak enak ya. Haha. Gw gak akan menuliskan secara gamblang disini bau itu dari mana, karena nanti gw bakal di cap rasis. Tapi ya itu yang gw rasakan. Kalau kamu penasaran, silahkan berkunjung ke KL. Hihi. Yang ke dua, gw lumayan kaget dengan model toilet jongkok mereka yang mirip dengan toilet di rumah Oma gw jaman dahulu kala. Lubang kosong lurus kebawah gitu dan ga ada pijakan kakinya. Jadi rata aja gitu. Kalau mau tau detail boleh gugling sendiri ya. Gw ga kepikiran buat fotoin soalnya.

Padahal baru sampai KL, tapi sudah lumayan ngalamin yang namanya culture shock.

Senangnya liburan jaman now kita ga perlu pusing urusan transportasi. Apalagi kan salah satu penyedia layanan angkutan online memang asalnya dari Malaysia ya. Praktis selama di KL kami selalu menggunakan moda transportasi ini. Begitupun ketika kami tiba di KLIA (Kuala Lumpur International Airport), untuk mencapai hotel kami di Bukit Bintang kami memilih menggunakan Grab karena setelah dihitung tetap lebih murah jika dibagi 4. Oh ya, kami jadinya pergi ber 4 setelah 2 orang teman berhalangan untuk ikut.

Begitu sampai hotel kami langsung check in cuma kami belum diperbolehkan masuk karena jam masuk masih jam 2 siang nanti. Tapi mereka memperbolehkan kami untuk menitip koper.

Tujuan selanjutnya adalah mengisi perut. Dengan berjalan kaki kami menyusuri jalanan Bukit Bintang pagi itu. Belum terlalu ramai, hanya ada beberapa mobil lalu lalang. Berdasarkan itinerary yang sudah disusun, kami akan makan pagi di Chee Meng yang terkenal akan nasi ayam hainan-nya. Lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel. Entah karena masih pagi, tempatnya juga masih terbilang sepi. Kami bisa makan dengan leluasa. Disini kenorakan gw kemudian berlanjut. Gw dengan santainya memanggil pelayan menggunakan bahasa Indonesia, padahal kan gw lagi di negara lain ya. Untung saja trip perdananya cuma di Malaysia yang notabene juga pakai bahasa Melayu jadi mengerti. Eh ternyata pelayannya berasal dari Jawa Tengah, jadi gw ga sampai mempermalukan diri gw sendiri ya. Haha.

WhatsApp Image 2019-04-01 at 13.22.46

 

Gw pesan makanan yang pasti-pasti saja yaitu Paket nasi ayam hainan bagian dada seharga RM 9,5. Rasanya cukup unik di lidah gw. Seperti makan ayam pakai kuah mpek-mpek versi lebih ringan.

IMG20180915111535

Sambil menyusuri jalanan balik ke jalanan besar, gw mampir ke KFC. Bukan. Bukan karena belum kenyang. Tapi gw sempat baca salah satu blog (gw lupa alamatnya) yang bilang kalau ke KL harus cobain cheese potato wedges-nya KFC. Dan gw setuju, rasanya ku suka. Terus karena gw juga butuh kopi, ketika teman mengajak untuk mampir beli kopi ke McD gw juga mengiyakan. Puas banget lah pagi itu.

IMG20180915114210

Kalau ke KL, sempatkanlah nyobain ini. Enakkk bangettt!!!

IMG20180915115130

Pakai resepnya Kitin dan Pine. Ice Caffe latte terus ditambahin 2 saset brown sugar. Enakk!!!

Dan berhubung ceritanya sudah panjang, gw lanjutin di Part selanjutnya ya. 🙂