Bersyukur Saja

“Mengucap syukur itu sopan dan menyenangkan, menerapkan syukur itu murah hati dan terhormat, tetapi menghidupi syukur itu menyentuh surga.” ( Johannes A. Gaertner )

Hari ini (23 Agustus 2018) gw tertampar (kalau tersentuh terlalu halus sih) sama postingan kak Sondang soal Berkat. Ya memang sih, kebanyakan dari kita atau gw doang? selalu kalau bicara tentang berkat konotasinya pasti ke duit. UUD deh. Padahal lebih dari itu berkat itu tentang apa saja yang patut kita syukuri dalam hidup.

Baru kemarin tuh gw ngomong sama Ai di taksi sambil didengerin Mama. Intinya ya gw ga boleh membandingkan keadaan gw sama orang lain. Gw dan Ai memulai semuanya dari minus banyak, mau ke posisi nol aja tuh berdarah-darah, apalagi sampai punya sesuatu (yang mana belum kejadian). Ga ada Pondok Mertua Indah buat di hidupin sementara mayan duitnya ditabung. Tapi disaat bersamaan ga mau nyusahin dengan nadahin tangin ke ortu juga sih. Cuma.. Liat si ini sudah punya ini, dan si itu sudah punya itu beneran suka bikin gw membandingkan kesusahan gw sekarang dengan keberhasilan mereka.

Padahal kan pasti mereka juga punya pokok doa sendiri yang setiap malam terucap ke Tuhan ya. Mereka punya perjuangan dan kesusahan yang bisa saja ga gw ketahui karena media sosial pasti nampilin sisi enaknya saja. Kecuali yang doyan curhat kek gw lol. Ngapain ngebandingin? Orang start-nya saja sudah beda. Toh setiap orang punya timeline sendiri-sendiri bukan? Daripada ngeluh dan banding-bandingin, mending bersyukur sama keadaan sendiri sambil terus berikhtiar menjadi lebih baik. #BijakBangetLoPy #Terharu

Berkat Tuhan memang sudah seharusnya ga dilihat melulu tentang uang.

Suami yang setia, ga macam-macam, mau bangun duluan setiap pagi buat bantu nyiapin ini dan itu, mau ikutan sibuk ngurusin anak. Setiap dapat sesuatu (mau itu duit kek, makanan enak kek, atau sesimple dapat cashback dari toko online) selalu ngasih istri. Atau biarpun sudah mengantuk tapi saat istri ngeluh kaki pegal langsung bangun dan pijitin istrinya sungguh berkat tak terkira.

Punya anak yang manisnya kebangetan, bisa bobo sendiri bablas sampai pagi dari umur 5 bulan. Tidur tanpa ngompol karena pipis baru dipagi hari. Lancar bahkan di level ceriwis ngomongnya. Yang aktifnya luar biasa sampai bikin diakhir hari pengen tempelin koyo ke seluruh badan. Ga takut bergaul sama anak yang baru ketemu adalah berkat yang luar biasa.

Masih dapat rumah kontrakan dengan harga yang masuk akal banget dan masih bisa nyicil meski jauh dari kantor. Cuma karena pakai KRL jadi sampai rumah tetap under jam 7 malam. Dalam lingkungan yang aman dan tenang. Dan sekalipun gw ga bergaul sama tetangga tapi tetap di-add ke dalam group Ibu-ibu. Jadi bisa tau info terkini, siapa jualan apa, terus bisa ikutan nyimpen nomor telpon segala penjual dan tukang. L bisa ke Posyandu rutin sebulan sekali karena ada dalam cluster tentu saja termasuk berkat tak terduga saat deal ngontrak disini setahun lalu.

Kembali aktif dalam Connect Group (komsel) dengan anggotanya yang sejauh ini okok aja no drama. Saling mendukung kendati masih taraf group WA. Dan sekalipun asal ceritanya beda, tapi dapat Pemimpin yang juga berjuang betul di awal menikah. Jadi bisa ngasih petuah yang memang sudah terbukti gitu lho ga omong doang. Again, berkat tak terduga saat milih pindah ke tempat ini.

Dan walau belum punya kendaraan sendiri tapi ada angkutan online dengan promo-promonya yang membantu sangat. Terpujilah Gojek dan Grab.

Terus sekarang list bertambah dengan kehadiran si Mba pulang pergi buat jaga L setelah sebelumnya sudah yakin banget mau memasukkan L ke daycare. Cuma lokasinya di Nusa Loka sana dan tiadanya kendaraan bikin gw minta ke Tuhan supaya dikasih Mba (dihari-hari terakhir sebelum L datang). Dan terjawab. Sekarang berdoa semoga si Mba betah, karena sungguhlah ku malas sama kemungkinan drama yang akan terjadi. Aman-aman ajalah kita ya Mba. Berkat banget juga karena Epoy mau rela melego cctv-nya sesuai budget gw, jadi gw bisa pantau L dengan baik dirumah.

Kuncinya memang di satu kata: BERSYUKUR! Kita mesti jeli melihat hal-hal baik dalam hidup kita supaya kita bisa fokus ke situ instead of ngebandingin hidup ma orang lain. Iya kann?? Rumput tetangga memang akan selalu lebih hijau kalau kita ga fokus untuk merawat rumput kita sendiri.

Dan mengutip kata-kata yang selalu diucapin rangorang:

Bukan bahagia yang membuah kita bersyukur, tapi selalu bersyukur membuat kita bahagia.

Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau β€˜kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya.

Advertisements

6 comments

  1. ndu.t.yke · September 5

    Looooove bgt sama postingan ini!

    Like

  2. zilko · September 5

    Iya banget Py! Berkat itu nggak sebatas masalah uang dan materi aja ya!! Uang dan materi toh juga not everything in life kok!! πŸ™‚

    Like

  3. nola · September 6

    Bener bgt dak berkat ga melulu soal duit, kita dikasi kesehatan dan bangun dgn segar bugar itu udh berkat yg luar biasa dr Tuhan. Suka bgt postingannya ❀️

    Like

  4. Leony · September 6

    Kalau mau ngeluh sih, tiap hari adaaaaa aja hehehe. Padahal berkat yang diterima tuh masih jauh lebih banyak yah. Keep counting our blessing πŸ˜€

    Like

  5. TazOlip · September 6

    “Bukan bahagia yang membuah kita bersyukur, tapi selalu bersyukur membuat kita bahagia.” Bener banget Pyyy.
    *peluk2 sayang*
    Sungguh yang lo sebutkan itu semuanya berkat yang nikmatnya luar biasa (kata mamak yang anaknya tidurnya sulit) hahahaha.
    Punya suami kayak Ai juga pastinya berkat hahaha, gue ngeliat kekompakan lo sama Ai juga terkagum2 lohhhh.
    Jadi lo pun punya banyak hal yang bikin orang mungkin “kepengen” jadi seperti lo hehe.

    Tiap orang pasti punya kesulitannya sendiri. Tapi bener postingan lo ini, kita hitung aja berkat kita sendiri ya biar kita selalu inget kalo kita ini “kaya” banget.
    Super suka!!

    Like

  6. pingiwed · September 6

    gue selalu diingetin sama sohib py “count ur own blessing not others” 😊 ga gampang emank buat berkaca en sadar kalo sebnrnya idup qta itu uda jau lbh baik, sukaan ngeliat idup org lbh enak, lbh baik, en lbh2 yang lain pdhl mrk bisa kek gt juga punya kesusahan sendiri

    thanks for sharing this post py, en ini buat gue jadi berkat loh yg dtg dr lo buat ngingetin buat selalu bersyukur πŸ˜ƒ

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s